Sinar Matahari
Sinar matahari adalah cahaya dan energi yang berasal dari Matahari. Matahari membuat cahayanya ketika atom-atom saling bertabrakan di dalamnya, melepaskan energi dalam jumlah besar. Proses ini akan menembakkan energi ke luar angkasa ke segala arah. Beberapa radiasi ini merambat ke bumi sebagai cahaya dan panas yang kita kenal sebagai sinar matahari.

Atmosfer mempengaruhi jumlah radiasi matahari yang diterima. Ketika radiasi matahari merambat melalui atmosfer, sebagian diserap oleh atmosfer (16%). Beberapa di antaranya tersebar ke luar angkasa (6%). Sebagian dipantulkan oleh awan (28%). Sekitar 47% darinya mencapai permukaan bumi.
Bersamaan dengan cahaya yang bisa kita lihat, matahari juga memancarkan radiasi ultraviolet (radiasi UV), yang merupakan jenis cahaya yang tidak bisa kita lihat. Sinar UV dapat menyebabkan kulit terbakar dan bahkan kanker kulit. Kacamata dan krim matahari membantu melindungi kita dari radiasi berbahaya ini.
Kapan Saat Terbaik Berjemur Sinar Matahari
Tengah hari, sebaiknya selama musim semi atau musim panas, adalah saat sinar ultraviolet paling kuat. Ini adalah waktu terbaik jika hendak mendapatkan jumlah Vitamin D terbanyak untuk tubuh Anda.
Biasanya, Anda akan diberitahu untuk menghindari sinar matahari pada jam-jam ini dan menggunakan pelembab dengan SPF untuk melindungi kulit cantik Anda dari bahaya sinar matahari. Namun, jika tujuannya adalah untuk meningkatkan kadar vitamin D di tubuh, maka menghindari sinar matahari pada jam jam ini adalah kebalikan dari apa yang ingin Anda lakukan.

Sinar matahari bermanfaat bagi sistem endokrin, sistem saraf, dan sistem kekebalan. Paparan sinar matahari dianggap meningkatkan pelepasan serotonin otak. Serotonin dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik dan perasaan tenang dan fokus. (Sebaliknya, pada malam hari, kegelapan memicu produksi melatonin otak, hormon yang bertanggung jawab untuk membantu Anda tidur. Paparan sinar matahari pagi menghentikan produksi melatonin, memungkinkan kita untuk merasa lebih terjaga, waspada dan siap untuk memulai hari kita.)
Matahari juga mendukung sistem pencernaan. Ketika sinar matahari mengenai saraf optik, banyak proses tubuh yang diaktifkan, termasuk pencernaan. Impuls saraf mengirim pesan yang memberi tahu tubuh untuk memproduksi enzim tertentu, cairan lambung, dan sekresi pencernaan lainnya. Sinar matahari juga membantu mendisinfeksi dan menyembuhkan luka serta bermanfaat bagi banyak gangguan kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis.
Tabir surya dapat menghalangi kulit kita dari kerusakan akibat sinar matahari, tetapi juga menghalangi kemampuan kita untuk memproduksi Vitamin D. Tabir surya juga mengandung banyak bahan kimia — bahan kimia yang bisa menjadi racun dan bahkan mungkin menyebabkan kanker.
Jenis Sinar Ultraviolet
Ada 3 macam sinar UV (ultraviolet) yaitu UVA, UVB, dan UVC. Perbedaannya terletak pada panjang gelombangnya. UVA memiliki gelombang yang lebih panjang sehingga akan menyebabkan penetrasi yang lebih dalam ke jaringan kulit (dermis) dan menyebabkan kerusakan matriks kolagen kulit, sedangkan UVB memiliki gelombang pendek-sedang.
Panjang gelombang UVA adalah 315-399 nm, UVB adalah 280-314 nm, sedangkan UVC adalah 100-279 nm. Semua UVC dan sebagian besar radiasi UVB diserap oleh lapisan ozon bumi, sehingga hampir semua radiasi ultraviolet yang diterima di Bumi adalah UVA. Radiasi UVA dan UVB dapat mempengaruhi kesehatan.

UVA sering ditemukan pada pukul 07.00 WIB dan juga dapat ditemukan melalui sinar matahari yang menembus kaca jendela, baik jendela rumah maupun jendela mobil. Menurut Dr. Mercola (2016) & dr. Diane Godar (2009), UVA justru akan menimbulkan efek negatif pada kulit, seperti melanoma (kanker kulit). Hal ini terlihat dari kejadian melanoma yang lebih banyak terjadi pada pekerja indoor (pekerja kantoran) dibandingkan pekerja outdoor.
Cara Mendapatkan Vitamin D Alami
Cukup dengan terpapar terhadap sinar matahari UVB dalam keseharian. Tidak perlu berlama-lama apalagi sampai menjadi sawo matang atau terbakar (jika sampai terbakar justru bisa beresiko terkena kanker kulit). Cukup 5-15 menit sehari, 4-6 kali seminggu - rekomendasi dari Bill Fleming. Waktu terbaik adalah saat bayangan kita lebih pendek dari ketinggian kita, yaitu sekitar pukul 10.00-15.00 WIB. (WIB) (tanpa sunblock).

Semakin putih kulit seseorang, semakin pendek waktu yang dibutuhkan sekitar 5-10 menit. Dan sebaliknya, semakin gelap kulit seseorang membutuhkan waktu yang lebih lama yaitu maksimal 15 menit.
Untuk mendapatkan vitamin D yang cukup, disarankan agar tangan dan kaki terkena sinar matahari, minimal 1/3 bagian tubuh atau kulit. Warna pakaian yang digunakan harus lebih terang (putih) untuk meningkatkan penyerapan vitamin D. Terpapar langsung dengan kulit sangat dianjurkan.
Bagi individu yang tidak ada waktu untuk berjemur, suplemen vitamin D bisa menjadi solusinya. Sedangkan makanan sumber vitamin D terdapat pada ikan salmon, sarden, kuning telur, udang dan jamur. Namun tentunya sumber terbaik adalah mensintesis dari dalam tubuh itu sendiri karena secara otomatis tubuh akan mengatur kadar dalam batas normal.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

