Terbuat Dari Apakah Bedak
Bedak terbuat dari talek, mineral yang terdiri dari magnesium, silikon, dan oksigen. Talek memang asalnya dari dalam bumi dan untuk memperolehnya perlu melalui proses penambangan. Meskipun begitu talek berbeda dengan bahan mineral lainnya karena talek merupakan bahan mineral yang tidak aktif sehingga tidak akan mengakibatkan reaksi kimia jika terkena kulit, maka dari itu digunakan sebagai bedak.

Setelah proses penambangan, talek akan digiling kemudian dipisahkan berdasarkan kualitasnya. Talek yang kualitasnya bagus akan diolah menjadi bedak. Talek ini akan dijadikan serbuk dengan cara menggilingnya, setelah itu akan dicampur bahan lain seperti vitamin dan pewangi sebelum akhirnya menjadi bedak.
Produk
Sebagai bedak, ia menyerap kelembapan dengan baik dan membantu mengurangi gesekan, membuatnya berguna untuk menjaga kulit tetap kering dan membantu mencegah ruam. Oleh karena itu, bedak banyak digunakan dalam produk kosmetik, bedak bayi, bedak tubuh/ wajah, pewarna sabun, odol, antiperspirant, tablet obat, dan sejumlah produk konsumen lainnya. Produsen industri menggunakan bedak dalam produk seperti keramik dan cat.
Selain digunakan untuk membuat bedak, talek juga dipakai untuk keperluan lain yaitu misalnya dalam melapisi permen karet agar tidak lengket. Coba anda perhatikan permen karet, jika ditemukannya serbuk putih yang menempel di sekitar permen karet maka serbuk putih tersebut adalah talek.
Apakah Bedak Talek Berbahaya
Secara alami, talek mengandung asbes, zat yang diketahui menyebabkan kanker di dalam dan sekitar paru-paru saat dihirup. Ketika membicarakan apakah bedak talek ada hubungannya dengan kanker atau tidak, maka penting untuk membedakan antara bedak yang mengandung asbes dan bedak yang tidak mengandung asbes. Bedak yang mengandung asbes secara umum dianggap dapat menyebabkan kanker jika terhirup.
Peneliti menggunakan 2 jenis penelitian utama untuk mencoba mencari tahu apakah suatu zat atau paparan menyebabkan kanker:
Studi laboratorium
Dalam studi yang dilakukan di laboratorium, hewan terpapar suatu zat (seringkali dalam dosis yang sangat besar) untuk melihat apakah zat tersebut menyebabkan tumor atau masalah kesehatan lainnya. Para peneliti mungkin juga memaparkan zat tersebut pada sel normal di sebuah piring laboratorium untuk melihat apakah zat itu menyebabkan perubahan seperti yang terlihat pada sel kanker. Tidak selalu jelas apakah hasil dari jenis penelitian ini akan berlaku untuk manusia, tetapi penelitian laboratorium adalah cara yang baik untuk mengetahui apakah suatu zat mungkin menyebabkan kanker.
Studi pada manusia
Jenis studi lain yaitu melihat perkembangan risiko kanker di antara berbagai kelompok orang. Studi semacam ini membandingkan risiko kanker dalam kelompok yang terpapar zat dengan risiko dalam kelompok yang tidak terpapar, atau membandingkannya dengan apa yang diharapkan pada populasi umum. Tetapi terkadang sulit untuk mengetahui apa arti hasil dari penelitian ini, karena banyak faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil.
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada jenis penelitian yang memberikan bukti yang cukup, sehingga para peneliti biasanya melihat penelitian berbasis laboratorium dan studi manusia ketika mencoba untuk mencari tahu apakah sesuatu menyebabkan kanker. Studi yang mengekspos hewan percobaan (tikus dan hamster) ke bedak bebas asbes dengan berbagai cara memiliki hasil yang beragam, dengan beberapa menunjukkan pembentukan tumor dan yang lainnya tidak menemukan apapun. Tidak ada bukti ilmiah yang jelas yang menunjukkan bahwa bedak tabur menyebabkan kanker. Sejauh ini yang ada hanya klaim klaim tanpa adanya bukti yang kuat.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

