Apa itu Herpes?
Herpes, atau disebut juga dengan nama panjangnya, herpes simplex virus (HSV), merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh herpes simplex virus. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada kulit, ditandai dengan munculnya gelembung gelembung yang berisi air secara mengelompok.
Ada dua jenis herpes simplex virus - herpes tipe 1 (HSV 1) dan herpes tipe 2 (HSV 2). Herpes tipe 1 sering disebut sebagai oral herpes, sedangkan herpes tipe 2 juga dikenal dengan nama genital herpes.
Herpes tipe 1 menyerang bagian pinggang keatas, biasanya di mulut. Tanda-tandanya adalah seperti sariawan di bibir atau jendolan-jendolan kecil di sekitar muka. Herpes tipe 2 menyerang daerah pinggang kebawah, biasanya di wilayah bagian kelamin dan sekitarnya. Namun perlu diingat, kedua jenis virus ini juga bisa menyerang daerah mulut dan kelamin.
Di Amerika Serikat, penyakit ini sangat, sangatlah umum - sekitar satu dari setiap enam orang (14 - 49 tahun) memiliki herpes genital. Sekitar 80% dari orang dewasa di Selandia Baru memiliki oral herpes dan 30% memiliki genital herpes.

Herpes ditularkan lebih mudah dari pria ke wanita dibandingkan dari wanita ke pria. Dengan kata lain, perempuan lebih rentan terhadap infeksi HSV-2.
Sementara belum ada obat untuk penyakit herpes ini. Pengobatan biasanya berfokus pada penyingkiran luka dan mengurangi gejala. Jika gejala gejalanya hilang, namun akan muncul kembali jika tubuh kita sedang lemah atau mengalami stress. Namun biasanya kemunculan yang berikutnya tidak akan separah atau seganas yang pertama, dan akan menjadi kurang ‘ganas’ seiring waktu. Ini dikarenakan tubuh penderita penyakit tersebut telah membangun kekebalan terhadap virus tersebut.
Ketika tertular virus herpes, banyak orang yang tidak mengalami gejala-gejalanya selama berbulan-bulan (bahkan bertahun-tahun), namun bukan berarti virusnya tidak ada.
Gejala-gejala herpes salah satunya adalah gatal-gatal, gelembung gelembung pada daerah mulut dan kelamin, dan sakit ketika kencing (bagi HSV-2). Penderita tersebut juga bisa mengalami nyeri-nyeri, sakit kepala, lelah, demam, dan kurang nafsu makan.
Cairan yang ditemukan pada jendolan herpes mengandung virus tersebut, dan penularan bisa terjadi jika terdapat kontak pada cairan tersebut. Jika menyentuh cairan tersebut lalu menyentuh bagian tubuh lainnya maka virus tersebut bisa menular ke bagian tubuh lainnya seperti mata.
Ada kemungkinan juga bisa terkena HSV-2 dari penderita HSV-1 jika orang tersebut memiliki sariawan herpes di mulutnya, lalu melakukan kegiatan seksual.

Penularan paling banyak terjadi melalui kegiatan seksual seperti ciuman, bersentuhan, dan lain-lain. Virus ini juga bisa menyebar jika berkongsian minuman, lip balm, make up, pakaian, sendok dsb.
Bagian tubuh yang paling mudah terserang virus herpes adalah bagian-bagian yang lembab, seperti bibir, vagina, vulva, mata, mulut dan tenggorokan. Darah juga merupakan faktor yang besar dalam peran menularkan virus ini. Bahkan jika setelah luka sembuh, kulit masih bisa mengeluarkan virus herpes dan menyebarkan ke orang lain.
Orang yang memiliki herpes genital lebih rentan terhadap HIV.
Kita tidak bisa terkena herpes melalui kolam renang, toilet, handuk, mesin cuci, dan bathtub.
Stres dapat memicu kambuhnya gejala herpes.
Kehamilan
Neonatal herpes simplex adalah suatu penyakit yang jarang namun sangat serius, ini biasanya disebabkan oleh penularan HSV dari ibu ke bayi yang baru lahir. Di Amerika Serikat, sekitar 1 dari setiap 3.500 bayi mengalami infeksi ini. Gejalanya biasanya muncul pada bulan pertama usia bayi tersebut.
Herpes neonatal dapat mengakibatkan infeksi mata atau tenggorokan, keterbelakangan mental, kerusakan pada sistem saraf pusat, atau kematian. Obat, jika diberikan lebih awal, dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan yang serius.
Risiko bayi tertular virus ini berada di tingkat tertinggi ketika sang ibu tertular selama masa kehamilan. Jika si ibu pernah tertular herpes tapi sebelum masa kehamilannya, maka virus ini kemungkinan besar tidak akan menyebabkan bahaya apa-apa terhadap bayinya. Hal ini karena sang ibu telah membangun antibodi atau kekebalan terhadap virus terebut, yang dapat juga melindungi bayinya.
Jika herpes dianggap penyakit ringan terhadap orang dewasa namun herpes merupakan penyakit sangat serius jika menyerang bayi.
Jika wanita tertular virus herpes untuk pertama kalinya dalam masa trimester pertama (3 period pertama) masa kehamilannya, virus ini dapat menyebabkan cacat lahir atau keguguran. Jika dia tertular di saat 6 minggu sebelum melahirkan maka resiko penularan virus ini terhadap bayinya pun meningkat.
Jika wanita hamil tertular virus herpes, atau wanita yg pernah tertular herpes tapi gejalanya muncul lagi pada masa kehamilannya, biasanya wanita tersebut akan diberikan aciclovir (obat antiviral) untuk membersihkan infeksi sebelum bayiya lahir.
Namun, kebanyakan wanita dengan HSV-2 memiliki bayi yang sehat dan kelahiran vagina yang normal.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

