Apa itu Asam Lambung
Asam lambung ialah cairan tak berwarna dalam lambung yang terdiri dari kalium klorida (KCI), asam klorida (HCI), dan natrium klorida (NaCI). Cairan ini digunakan untuk mencerna protein, dengan mengaktifkan enzim pencernaan untuk mengurai protein menjadi rantai panjang asam amino.
Memiliki pH antara 1 dan 3, asam lambung memainkan peran penting untuk mencerna protein dengan mengaktifkan enzim pencernaan, yang bersama-sama memecah rantai panjang asam amino protein.
Tingkat keasamannya mampu memecah makanan agar membuat pencernaan lebih mudah. Ini sekaligus mempermudah tubuh untuk menyerap nutrisi ketika makanan mengalir melalui saluran pencernaan.

Untuk memecah makanan mulai dari daging hingga sayuran keras dan berserat, asam lambung haruslah sangat asam. Tubuh kita diberi kemampuan terbatas untuk menangani kadar asam lambung yang normal sehingga tidak menyebabkan kita sakit atau komplikasi kesehatan.
Selain bermanfaat untuk mempermudah pencernaan, asam lambung juga berfungsi sebagai pertahanan utama terhadap patogen dan mikroba yang menyerang kesehatan manusia. Namun, berhati-hatilah karena memiliki cairan lambung dengan tingkat keasaman terlalu tinggi maupun terlalu rendah bisa mengakibatkan masalah.
Seberapa Kuat Asam Lambung Kita
Untuk mengetahui seberapa kuat asam lambung manusia, kita perlu terlebih dahulu memahami cara bagaimana kadar asam cairan diukur. Diukurnya sebuah keasaman yaitu dalam skala pH, skala ini dimulai dari 0 sampai dengan 14. Semakin kuat tingkat asam cairan maka berarti semakin rendah tingkat pH nya.

Sebagai contoh, asam baterai memiliki pH 0 maka ini bisa disimpulkan bahwa asam ini merupakan yang amat kuat sedangkan cairan yang memiliki paling sedikit asam berada di pH 14 dan mereka disebut sebagai cairan basa. Air murni berada di 7 yaitu di tengah-tengah skala tersebut. Nah, taukah berapa tingkat keasaman asam lambung manusia? yaitu berada diantara 1 dan 2, ini tergolong amat asam.
Perlu diketahui bahwa asam baterai sanggup melarutkan bahan yang kuat seperti tulang maupun logam. Asam lambung, yang memiliki keseimbangan pH hanya satu atau dua tingkat lebih tinggi berarti juga bisa merusak bahan-bahan kuat seperti gigi dan tulang.
Terbuat Dari Apakah Asam Lambung
Sebagian besar penyebab tingkat pH asam lambung yang rendah ialah oleh satu bahan: asam klorida (HCI). Hanya saja HCI dalam asam lambung jumlahnya sangat kecil dan komponen lainnya termasuk natrium klorida (NaCI) dan kalium klorida (KCI).
Dinding perut kita dilapisi oleh sel-sel yang memproduksi trio asam ini. Selain itu sel-sel ini melepaskan juga beberapa lendir dan enzim. Lendir ini sangatlah diperlukan untuk melindungi lapisan perut agar asam beserta cairan lambung lainnya tidak merusak organ-organ sensitif.
Kadar Asam Klorida Yang Rendah
Tingkat asam pada asam lambung bisa berfluktuasi dari waktu ke waktu, dan ini adalah normal. Pada situasi tertentu, seperti sering stres dan pengobatan, bisa mempengaruhi cairan yang sangat penting ini. Namun Apa yang akan terjadi jika asam lambung memiliki kadar asam klorida yang rendah?
Jika ini terjadi maka gejala berikut bisa muncul, diantara lain sakit perut, kembung, bersendawa, heartburn, diare, mual disertai muntah, gangguan pencernaan. Jika asam lambung rendah secara kronis maka mungkin anda bisa mengalami kondisi yang disebut hipoklorhidria.
Komplikasi kadar asam yang rendah secara kronis ini bisa menyebabkan kesulitan pencernaan dan penyerapan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita agar bekerja dengan baik. Jika tidak diatasi dengan benar maka bisa merusak sistem gastrointestinal (GI).
Kadar Asam Klorida Yang Tinggi
Apa yang akan terjadi jika asam lambung memiliki kadar asam klorida yang tinggi? Jika kadarnya terlalu tinggi maka lendir (mucus) di perut kita mungkin tidak akan lagi efektif. Selain itu juga dapat menyebabkan sejumlah komplikasi diantara lain refluks asam, tukak lambung, dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).
Gejala yang bisa muncul bisa meliputi muntah atau mual, ketidaknyamanan di perut saat perut kosong, kembung, maag, tidak nafsunya makan, diare, dan penurunan berat badan.
Penyebab Sakit Maag
Sakit maag atau gastritis adalah rasa tidak nyaman atau sakit di perut bagian atas atau sekitar ulu hati yang bersifat berulang dan kronik. Istilah maag dalam dunia medis dikenal dengan sebutan gastritis (radang lambung). Penyebab maag ini ialah peradangan di lapisan pelindung lambung yang bisa terjadi akibat berbagai hal.
Gejala maag bisa berbeda-beda bagi tiap orang, bahkan ada juga yang tidak merasakan gejala apapun. Gejala maag yang paling umum dirasakan ialah sakit perut berulang, mual, kehilangan selera makan, sering cegukan, muntah darah, perasaan kenyang, gangguan pencernaan, perut kembung, dan rasa terbakar.
Pada umumnya, peradangan di lapisan pelindung lambung ini disebabkan oleh cairan pencernaan. Anda akan lebih rentan terkena gastritis atau maag jika anda memiliki lapisan perut yang tipis atau rusak.
Penyebab lain maag juga bisa dikarenakan infeksi bakteri gastrointestinal. Helicobacter pylori atau H pylori merupakan infeksi bakteri yang paling umum yang menerang lapisan perut. Biasanya infeksi menular dari orang ke orang namun dapat juga menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi.
Gastroesophageal reflux disease (GERD), irritable bowel syndrome (IBS), tukak lambung, pankreatitis dan kanker lambung juga bisa menjadi penyebab maag.
Selain itu aktivitas dan kondisi tertentu juga bisa menyumbang terkenanya penyakit maag, yaitu merokok, memakai kokain, mengonsumsi alkohol, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen, dan bertambahnya usia dikarenakan menipisnya lapisan perut secara alami.
Apabila maag dibiarkan berlarut-larut dan tidak ditangani maka bisa mengakibatkan anemia parah bahkan resiko terkena penyakit kanker perut.
Bagaimana Cara Mengobati Maag
Cara menangani sakit maag tergantung penyebabnya, jika dikarenakan pengonsumsian obat-obatan NSAID maka sebaiknya diberhentikan. Apabila bakteri H pylori adalah penyebabnya maka perlu diobati dengan antibiotik atau beberapa jenis obat lain yang dipakai untuk mengatasi gastritis seperti esomeprazole, lansoprazole, atau omeprazole. Namun perlu diingat bahwa terlalu sering mengonsumsi obat tersebut bisa meningkatkan resiko patah tulang belakang, pergelangan tangan, dan pinggul, serta meningkatkan resiko demensia, gagal ginjal, dan defisiensi nutrisi.
Obat penetral asam yang seringkali direkomendasikan oleh para dokter yaitu probiotik dan antasida. Antasida bisa meredakan sakit maag dengan cepat meskipun antasida dengan kandungan berbeda memiliki efek samping masing-masing. Cara kerja antasida (atau antasid) yaitu menetralkan asam perut yang berlebihan. Sedangkan probiotik efektif membantu mengisi kembali flora pencernaan dan menyembuhkan tukak lambung.
Ada juga makanan tertentu yang disarankan tidak dikonsumsi bagi para penderita maag karena bisa memicu perkembangan bakteri H pylori, di antara lain makanan tinggi serat, laktosa dalam susu, dan makanan yang mengandung flavonoid seperti teh, buah beri, bawang-bawangan, kangkung, daun thyme, seledri, peterseli, brokoli, kedelai beserta olahannya, gandum, kacang-kacangan.
Sebisa mungkin hindari juga segala makanan yang terlalu pedas, panas, dan goreng-gorengan. Disarankan oleh para ahli untuk makan porsi kecil namun sering agar bisa membantu meringankan efek asam lambung.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

