Jenis Tambal Gigi
Seberapa baik Anda merawat gigi Anda biasanya kerusakan seperti retak, patah atau berlubang akan terjadi. Namun untungnya, seiring majunya teknologi kedokteran zaman sekarang, masalah-masalah diatas sudah dapat diatasi. Ada berbagai opsi restoratif yang bisa dipertimbangkan jika Anda sedang mengalami salah satu masalah tersebut, termasuk fillings, veneers, bonding dan crowns. Berikut perbedaannya:
Apa itu Bonding?
Dental bonding adalah prosedur kedokteran gigi di mana bahan komposit dipasang pada gigi, dibentuk, dikeraskan, dan dipoles. Disebut bonding (ikatan) karena bahan ini mengikat ke gigi. Bonding merupakan pilihan ideal untuk mengatasi masalah gigi seperti memperbaiki gigi yang rusak atau patah, atau menutup celah kecil di antara gigi.

Untuk melakukan ini, dokter gigi pertama-tama akan mengaplikasikan asam fosfat ke permukaan gigi Anda, tujuannya untuk membentuk dan membuat permukaan gigi menjadi kasar agar mempermudah bahan bonding menempel di tempat. Proses ini tidaklah sakit. Setelah dipasang, lampu khusus akan digunakan untuk membantu bahannya agar mengeras, kemudian komposit tersebut dipoles dan digosok agar terlihat mulus.
Kelebihan dengan menggunakan bonding adalah murah jika dibandingkan dengan veneer, selain itu cepat (hanya membutuhkan sekitar 30-60 menit per gigi).
Kelemahannya bahan ini bisa berubah seiring waktu. Faktor yang ikut menyumbang perubahan warna termasuk kopi, teh, red wine, dan asap rokok, menjadikan bahan bonding tersebut berbeda dengan warna gigi di sekitarnya. Untuk meminimalkan perubahan warna, hindarkan zat-zat yang disebutkan tadi selama 24 hingga 48 jam setelah pertama kali bonding dilakukan. Ini dikarenakan bahan yang digunakan untuk bonding berpori sehingga dapat menguning kalau kena asap rokok.
Kelemahan lainnya adalah bahan yang digunakan dalam bonding gigi tidak sekuat dan tahan lama seperti veneer dan crowns. Dengan perawatan yang benar, bonding gigi bisa bertahan 7 hingga 10 tahun setelah itu dokter giginya akan menyingkirkan bahan resinnya sebelum mengulang prosedurnya lagi untuk memperpanjang.
Crown
Meskipun keduanya memperbaiki penampilan dan fungsi gigi yang rusak namun crown (atau disebut juga dengan "cap") lebih umum digunakan untuk memperbaiki gigi yang patah atau retak, tak hanya itu, crown juga digunakan untuk mengembalikan fungsi dan penampilan gigi yang sensitive atau rusak parah.
Crown sering diposisikan di atas menimpa gigi yang memiliki kerusakan atau retakan besar sehingga menopang dan melindungi gigi tersebut. Mereka dapat dibuat dari bahan keramik, porselen, emas, atau stainless steel. Prosedur ini memakan waktu lebih lama daripada ikatan karena pasien biasanya perlu dua kunjungan - satu kunjungan di mana dokter gigi mempersiapkan dan mengambil cetakan gigi, dan kunjungan kedua untuk memposisikan crown tersebut.

Veneers
Perbedaan antara crown dan veneer adalah seberapa luas gigi yang mereka tutupi. Veneer hanya menutupi permukaan depan gigi (sisi yang terlihat ketika Anda senyum) sedangkan crown biasanya membungkus seluruh gigi. Crown biasanya memiliki ketebalan 2 mm (atau lebih) sedangkan veneer porselen 1 mm (atau kurang). Oleh karena itu sebelum melakukan kedua prosedur ini gigi pasien akan di trim atau dikikis agar menipis sebelum lapisan crown atau veneer dipasang.
Root Canal (Perawatan Saluran Akar Gigi)
Root canal merupakan tindakan bedah kecil yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan parah pada gigi. Prosesurnya melingkupi pembersihan dan menyingkirkan bagian yang terlanjur rusak atau hancur (berupa pulpa) kemudian mendisinfeksinya dan menambal kembali area tersebut.
Sedikit Fakta Tentang Gigi & Gusi
- Gusi yang sehat tidak berdarah. Jika Anda melihat darah saat flossing atau menyikat gigi, itu adalah tanda bahwa gusi sedang tidak sehat atau mengalami penyakit gusi.
- Setiap orang memiliki jumlah gigi yang sama (kebanyakan), tetapi tidak ada dua gigi yang ukuran dan bentuknya sama. Setiap gigi yang Anda miliki memiliki profil uniknya sendiri. Dan gigi Anda tumbuh bahkan sebelum Anda dilahirkan.
- Gusi yang sehat umumnya keras dan berwarna merah muda pucat.
- Setelah ekstraksi, biasanya membutuhkan sekitar satu sampai dua minggu untuk gusi sembuh. Jaringan tulang dan tisu gusi baru akan mulai tumbuh mengisi celah.
- Jika Anda kidal, Anda cenderung lebih sering mengunyah makanan di sisi kiri (begitu juga sebaliknya).

Sedikit Fakta Mengenai Fluoride
- Fluoride (sering disalah eja sebagai Flouride) adalah mineral yang tidak berwarna dan terbentuk secara alami yang dapat ditemukan di seluruh permukaan bumi. Fluoride dapat ditemukan dalam bentuk padat, cair dan gas dan, ketika diterapkan dalam dosis kecil dapat memperkuat gigi dan mencegah kerusakan gigi.
- Fluoride ditemukan secara alami di tanah, air, dan makanan. Fluoride juga diproduksi secara sintetis untuk digunakan dalam air minum, pasta gigi, obat kumur dan berbagai produk kimia.
- Fluoride melindungi gigi dari kerusakan dengan cara demineralisasi dan remineralisasi - Ketika mencapai di gigi, fluoride akan diserap ke dalam enamel untuk memperbaiki enamel dengan mengisi kembali kalsium dan fosfor yang hilang agar menjaga gigi Anda tetap keras.
- Terlalu banyak fluoride dapat menyebabkan fluorosis gigi atau fluorosis tulang, yang dapat merusak tulang dan sendi.
- Anak-anak di bawah usia 6 tahun sangat tidak disarankan untuk menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride. Anak-anak harus diawasi ketika menyikat gigi untuk memastikan mereka tidak menelan pasta gigi.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

