Terbuat Dari Apakah Mentega
Mentega sebagian besar terdiri dari lemak susu. Jika Anda menuangkan susu segar ke dalam ember dan membiarkannya selama beberapa saat, lapisan susu berlemak tinggi (yang disebut krim) akan naik ke permukaan. Ketika kita memisahkan krim ini dan mengadukkannya terus menerus maka lemaknya akan mulai mengumpul dan membentuk gumpalan.

Nah, jika kita menyaring atau memisahkan gumpalan-gumpalan lemak ini maka yang anda dapatkan adalah produk yang disebut mentega dan yang tersisa adalah buttermilk. Dengan kata lain, proses pengadukan ini memisahkan antara mentega (padat) dan buttermilk (cair).

Mentega yang paling sering kita beli terbuat dari susu sapi, meskipun varietas lain - yang terbuat dari susu domba, kambing, yak, atau kerbau - juga tersedia. Meskipun biasanya berwarna kuning pucat, mentega dapat berkisar dari warna putih hingga kuning pekat, tergantung pada pola makan hewan tersebut.
Faktor terbesar yang membedakan berbagai merek mentega adalah kandungan lemaknya, yang pada akhirnya memiliki efek pada rasa dan tekstur mentega. Semua mentega yang dijual secara komersial di AS harus setidaknya mengandung 80 persen lemak. Karena mentega adalah lemak hewan, ia mengandung kolesterol dan lemak jenuh lebih tinggi daripada margarin.
Dua puluh liter susu dibutuhkan untuk memproduksi satu kilogram mentega. Proses ini menyisakan sekitar 18 liter susu skim dan buttermilk, yang pada suatu waktu dibuang sebagai pakan ternak atau limbah. Hari ini porsi skim telah sangat meningkat nilainya dan dimanfaatkan sepenuhnya dalam produk lain.
Apa itu Margarine?
Margarin adalah produk non-susu yang dibuat sebagai pengganti mentega. Awalnya terbuat dari lemak hewani pada 1800-an, hari ini bahan utamanya termasuk minyak nabati, air, garam, pengemulsi, dan beberapa juga termasuk susu. Seperti mentega, margarin biasa juga harus memiliki kandungan lemak minimum 80 persen menurut hukum.

Karena komponen utama margarin adalah minyak nabati, ia tidak memiliki kolesterol dan lemak jenuh yang ditemukan dalam mentega, tapi ia memiliki persentase polyunsaturated dan monounsaturated fats yang lebih tinggi dimana fungsinya adalah menurunkan LDL cholesterol (kolesterol jahat).
Margarin biasanya lebih dipilih dibandingkan dengan mentega dalam masalah kesehatan jantung. Mentega sangat tinggi kalori dan lemak jenuh dan oleh karena itu sering dikaitkan dengan arteri tersumbat dan penyakit jantung.
Namun perlu diketahui bahwa tidak semua margarin diciptakan sama - beberapa margarin mengandung lemak trans. Secara umum, semakin padat margarin, semakin banyak lemak trans yang dikandungnya. Lemak trans meningkatkan LDL cholesterol (kolesterol jahat) secara drastis dan menurunkan HDL cholesterol (kolesterol baik).
Solusinya? pilihlah margarin yang mengandung paling sedikit jumlah lemak trans. Kalau bisa nol, meskipun perusahaannya bisa mengklaim bahwa margarinnya mengandung jumlah lemak trans dengan angka nol selama mengandung di bawah 0.5 gram lemak trans.
Lemak jenuh juga meningkatkan kolesterol LDL (jahat), tetapi tidak setinggi lemak trans, dan tidak mempengaruhi HDL.
Apa Yang Dimaksud Dengan Sweet Butter & Sweet Cream Butter
Jika membeli mentega, seringkali tertulis pada bungkusannya dalam bahasa Inggris "Sweet Butter" yang berarti mentega itu tidak digarami, namun bukan berarti mentega itu lebih manis. Jangan disamakan dengan satu nama lagi yaitu "sweet cream butter" yang nama ini memberitahu kita bahwa bahan utama mentega itu berasal dari krim segar yang dipasteurisasi (bukan krim yang difermentasi).
Krim yang difermentasi dibuat dengan mencampurkannya dengan kultur (bakteria tertentu) dan tentunya memiliki rasa yang agak asam. Mentega Eropa biasanya diproduksi dengan cara seperti itu, sedangkan mentega Amerika dijual sebagai "sweet cream butter". Sweet cream butter, atau mentega krim manis bukan berarti dimaniskan dan terdiri dari versi yang di-salted maupun yang unsalted. Dan bukan berarti lebih creamy dari yang lainnya juga.
Bagaimana Dengan Buttermilk?
Buttermilk adalah cairan yang tertinggal setelah mentega dibuat. Walaupun buttermilk lebih rendah lemak dibandingkan dengan mentega biasa maupun susu murni, namun cairan tersebut juga mengandung lemak jenuh.
Satu cangkir buttermilk mengandung 152 kalori dan 8 gram lemak, dimana 4,5 gram merupakan lemak jenuh.
Buttermilk juga merupakan sumber kalsium yang baik, dan secangkir buttermilk menyediakan 282 miligram kalsium di mana setiap hari anda disarankan menerima antara 1.000 hingga 1.200 miligram.
Satu cangkir buttermilk juga menyumbang 127 unit vitamin D. Kebutuhan vitamin D harian Anda adalah 600 unit internasional, menjadikan buttermilk sumber nutrisi yang baik.
Ketika Anda berbelanja buttermilk, carilah buttermilk yang bebas lemak atau yang mengandung lemak rendah, bukan versi yang full lemak.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

