Fakta Tentang Keju
Keju adalah makanan yang lezat dan bergizi yang telah dinikmati selama ribuan tahun. Bahkan, keju adalah salah satu camilan sehat untuk gigi anak Anda karena merangsang kelenjar ludah untuk membantu melindungi gigi dari asam yang menyebabkan gigi berlubang.

Tentu, keju adalah sumber kalsium, kalium, protein, dan vitamin D, tetapi juga mengandung lemak, lemak jenuh dan garam. Susu juga merupakan sumber vitamin D, tetapi untuk memenuhi persentase yang sama dengan segelas susu, anak Anda harus mengiris 10 iris keju untuk mendapatkan jumlah yang sama.
Pembuatan keju adalah kerajinan kompleks yang menghasilkan berbagai macam keju, dengan tekstur, aroma, dan rasa yang berbeda. Mari kita lihat bagaimana keju dibuat dengan bahan-bahan alami dan teknologi modern terbaru.
Kebanyakan orang tahu bahwa keju terbuat dari susu. Di Amerika Serikat, susu biasanya berasal dari sapi. Namun, di beberapa bagian dunia, orang mendapatkan produk susu dari kambing, kerbau, domba, unta, rusa dan bahkan yak.

Susu mengandung dua jenis protein: kasein dan whey. Alasan mengapa susu yang kadaluarsa menjadi "kekejuan" adalah bakteri dalam susu tumbuh dengan cepat dan mencerna gula susu (laktosa) sehingga menghasilkan asam laktat. Asam laktat menyebabkan kasein mengental, atau terpisah menjadi gumpalan, dan memberi susu bau asam.
Nah..keju dibuat dengan cara yang sama - dengan mengentalkan susu - hanya saja susu dikentalkan dengan sengaja.
Dengan kata lain, keju adalah susu fermentasi di mana sebagian air dan laktosa nya telah disingkirkan.
Sebagian besar keju dibuat di pabrik. Setelah susu dituangkan ke dalam tong besar, mereka akan memasukkan bakteri untuk mengubah laktosa menjadi asam laktat. Kemudian enzim yang disebut rennet ditambahkan untuk mengentalkan susu. Di masa lalu, rennet diperoleh dari perut sapi muda. Saat ini, pembuat keju mendapatkannya dari bakteri dan ragi yang secara genetis "diajarkan" untuk membuat enzim.
Setelah kasein mengental, protein whey tertinggal sebagai cairan yang encer.
Whey disingkirkan, garam ditambahkan, setelah itu dipotong menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan dipanaskan untuk melepaskan lebih banyak whey sehingga menghasilkan gumpalan kasein yang lebih kental sebelum dipress atau ditekan ke dalam cetakan dan dibiarkan sampai mengering dalam waktu yang telah ditentukan.
Bagaimana penampilan keju, baunya dan rasanya tergantung pada banyak faktor, termasuk hewan yang menghasilkan susu tersebut, apa yang diberi makan, bakteri apa yang digunakan dan bagaimana keju tersebut diproses.
Dibutuhkan sekitar 9 liter susu untuk membuat satu kilogram keju.
Apa Yang Dimaksud Keju Keras?
Keju keras adalah keju yang usianya lebih lama sehingga memiliki kadar air yang lebih rendah. Semakin keras kejunya maka kandungan kadar airnya semakin sedikit. Seperti namanya, keju ini 'kental' dan 'keras'. Tipe keju ini juga bersifat kering dan rapuh. Karena teksturnya yang lebih kental dan rasanya yang lebih tajam, keju-keju ini sering dijadikan pasta, salad, sup, dan banyak lagi.
Keju bisa berusia antara dua hingga 36 bulan, dalam kasus-kasus tertentu bahkan lebih lama. Proses ageing ini akan menentukan intensitas rasa.
Keju keras adalah sumber kalsium dan protein yang baik. Keju keras secara alami rendah laktosa. Dalam proses pembuatan keju, bakteri merubah sebagian besar laktosa dalam susu. Kebanyakan orang dengan intoleransi laktosa umumnya dapat mentoleransi keju keras.
Keju Yang Paling Bau
Bukan suatu kebetulan bahwa beberapa keju sangatlah bau. Keju Limburger mungkin merupakan keju terbau yang paling populer di antara keju-keju bau lainnya. Bau yang tidak sedap ini diakibatkan oleh bakteri yang sama yang menyebabkan bau kaki - Brevibacterium linen. Sebagian orang tidak keberatan dengan baunya namun jika Ibu atau Ayah membawa pulang keju Limburger, bersiap-siaplah untuk menutup hidung Anda.
Keju Limburger luarnya berwarna oranye-coklat dan dalamnya berwarna pucat jerami. Setelah pematangan tiga puluh hari, tekstur dari Limburger Cheese masih keras dan rapuh, mirip dengan Feta, tetapi di antara dua hingga tiga bulan proses penuaan, keju Limburger ini akan melunak dan berbau tajam.
Mengapa keju Swiss berlubang?
Kenapa keju Swiss berlubang? Banyak orang menjawab keju Swiss berlubang karena habis dimakan oleh tikus. Jawaban sebenarnya tidaklah ada hubungannya dengan tikus.

Menurut kepercayaan ilmiah populer, keju Swiss dibuat dengan bakteri khusus yang menghasilkan karbon dioksida (CO2) ketika mereka mencerna laktosa. Gelembung CO2 adalah apa yang membuat lubang di keju. Nama bakterinya adalah S. thermophilus, Lactobacillus dan P. shermani. Namun teori ini masih diperdebatkan.
Hasil penyelidikan terbaru mengatakan bahwa penyebabnya adalah ember jerami tua, tempat peternak-peternak sapi menampung perasan susunya. Ember penampung susu tersebut dilekat oleh bakteri-bakteri kecil yang membuat lubang di keju selama proses fermentasi berlangsung dari susu menjadi keju.
Proses ini mempengaruhi hanya beberapa keju di Swiss, seperti Appenzell dan Emmental. Penemuan ini juga sekaligus menjawab misteri lain tentang kenapa lubang yang ada di keju tersebut menghilang atau menjadi lebih kecil selama 15 tahun terakhir. Jawabannya adalah karena proses produksi susu makin hari makin higinis dan modern.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

