Fakta Tentang Jerapah
Jerapah adalah mamalia tertinggi di dunia dengan tinggi bisa mencapai 6 meter, bahkan dengan bayi yang baru lahir saja bisa lebih tinggi dari kebanyakan manusia. Bayi jerapah bisa berdiri dalam waktu setengah jam dan setelah hanya 10 jam, bayi jerapah tersebut bisa ikut berlari-lari bersama keluarganya.

Memiliki leher yang panjang dan kulit dengan pola bintik-bintik, banyak orang awalnya percaya bahwa jerapah merupakan hasil persilangan antara macan tutul dan seekor unta.
Jerapah menghabiskan sebagian besar hidupnya berdiri, bahkan tidur dan melahirkan pun berdiri. Di alam liar, jerapah jarang berbaring tiduran karena posisi tersebut amat bahaya dapat diserang predator.

Jerapah tidak selalu tidur berdiri, biasanya hewan tinggi kurus ini beristirahat dengan melipatkan kakinya dibawah tubuhnya, lalu kepalanya disenderkan di punggung belakang.

Kaki belakang terlihat lebih pendek dari kaki depan, tetapi mereka sebenarnya hampir sama. Kaki jerapah saja bisa lebih tinggi dari banyak manusia, sekitar 1,8 meter. Bisa berlari dengan kecepatan 9.6 km per jam dalam jarak pendek dan 16 km per jam dalam jarak yang lebih jauh.
Jerapah hidup sekitar 25 tahun di alam liar, namun mereka sering diburu oleh manusia untuk kulitnya, daging, dan ekornya.
Jerapah hanya menghabiskan antara 10 menit dan dua jam untuk tidur per hari. Mereka merupakan salah satu hewan mamalia yang memiliki waktu tidur terpendek.
Jerapah hidup terutama di daerah sabana di wilayah sub-Sahara Afrika. Tiap harinya, jerapah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan - sebanyak 45 kg daun dan ranting.
Jerapah hanya perlu minum sekali setiap beberapa hari. Sebagian besar air yang mereka dapatkan berasal dari tanaman yang mereka makan.
Leher jerapah terlalu pendek untuk dijulurkan ke tanah, oleh karena itu jika jerapah mau minum, hewan herbivora ini harus berlutut atau mengangkangkan kaki depannya agar tubuhnya bisa menurun dan memungkinkan kepalanya menyentuh ke tanah.

Jerapah juga menggunakan ketinggiannya untuk mengobservasi atau mengintai predator dari jarak jauh.
Anak jerapah berkumpul dengan group nursery sampai mereka berusia sekitar 5 bulan, beristirahat dan bermain bersama sementara ibunya mencari makan dalam jarak yang tidak terlalu jauh.
Jerapah adalah hewan yang bersosial, ramah, damai, dan jarang berkelahi. Pejantan akan sesekali melakukan "necking" atau saling membentur dengan menggunakan lehernya. Namun kegiatan ini jarang berlangsung lebih dari beberapa menit dan jarang mengakibatkan cedera.

Sama seperti sidik jari manusia, tidak ada dua jerapah dengan pola bintik-bintik pada kulit yang sama.
Anda akan sering melihat jerapah berjalan-jalan dengan burung-burung di punggung mereka. Burung ini adalah tickbirds. Mereka makan serangga yang tinggal di kulit jerapah dan dapat memberitahu jerapah akan bahaya yang muncul dengan berkicau keras.
Jerapah memiliki 4 perut, perut-perut tambahan ini ikut membantu hewan tersebut mencerna makanan.
Jerapah bukan hewan yang teritorial, mereka suka melakukan perjalanan dalam group yang anggotanya terdiri dari kombinasi jenis kelamin dan usia.
Sebelum kawin, jerapah betina akan buang air kecil di mulut pejantan. Jerapah jantan bisa menentukan apakah si betina subur dengan mencicipi urin mereka.
Jerapah betina biasanya melahirkan seekor bayi jerapah setelah 15 bulan periode kehamilan. Setelah itu dalam minggu pertama ibunya sangat berhati-hati menjaga anaknya. Sayangnya, 50% anak jerapah yang lahir dalam 6 bulan pertama mati karena predator seperti macan tutul, hiena, dan anjing liar.

Jerapah jantan lebih berat dan tinggi daripada betina nya. Kedua jenis kelamin memiliki osikon (bahasa Inggris: ossicone), seperti benjolan berbentuk tanduk diatas kepalanya. Osikon betina lebih kecil dan berbulu diujung atas sedangkan yang jantan botak diujungnya. Batang benjolan ini bisa berfungsi sebagai pelindung kepala di saat jerapah berkelahi dengan mengayunkan lehernya.
Bahkan jika Anda menghabiskan banyak waktu dengan jerapah, Anda tidak akan pernah mendengar mereka membuat suara. Hal ini karena jerapah berkomunikasi dengan menggunakan suara yang terlalu rendah bagi manusia untuk mendengar, menurut PBS Nature.
Tidak ada orang yang pernah melihat jerapah berenang.
Hanya ada satu spesies jerapah. Subspesies yang diakui diantara lain reticulated, Nubian, Uganda atau Baringo, Masai, Angola, dan selatan. Subspesies-subspesies tersebut dapat dikenali dari pola bintik-bintiknya dan juga dari mana mereka tinggal di Afrika. Jerapah Masai dari Kenya, memiliki bintik-bintik yang terlihat seperti daun oak. Subspesies lainnya memiliki pola berbentuk persegi. Beberapa ahli zoologi berpendapat bahwa pola bintik-bintik jerapah adalah untuk kamuflase.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

