Cara Mencegah & Membasmi Rayap
Dalam hal mengakses ke dalam rumah manusia, rayap bisa melakukannya dengan berbagai cara. Lubang-lubang kecil di kayu, dinding kering yang mau runtuh, pintu atau lantai yg kendur, sayap serangga, dan tabung lumpur adalah beberapa tanda-tanda kemungkinan rayap sedang bersarang di tempat tersebut. Dan walaupun jika Anda tidak melihat semua ini, itu juga tidak berarti bahwa rayap tidak ada.
Tentu saja pemeriksaan regular oleh seorang profesional manajemen hama berlisensi adalah cara terbaik untuk membantu memastikan rumah Anda benar-benar bebas dari rayap dan kerusakan yang diakibatkannya. Namun cara sederhana dan efektif berikut bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya serangan rayap pada rumah Anda:
- Jangan memasang teralis berbahan kayu untuk dinding eksterior.
- Usahakan agar mulsa, puing-puing kayu, potongan kayu, serbuk gergaji dan kayu bakar jauh dari rumah Anda. Jika Anda tetap ingin memiliki kayu bakar di luar rumah karena musim dingin, letakkan kayu tersebut beberapa jarak diatas tanah.
- Bersihkan cabang yg berjatuhan atau ranting /tanaman yang membusuk sebelum hal-hal seperti waktu dan angin mengubur mereka dalam tanah. Akar dari tanaman yang telah mati juga harus disingkirkan dari bawah tanah.
- Jangan menumpuk, menyimpan atau mengubur puing-puing kayu berdekatan dengan rumah Anda.
- Pangkas semua semak, cabang kayu dan tanaman hijau padat lainnya dari fondasi rumah Anda. Pindahkan mulsa dari daerah tersebut juga.
- Singkirkan pohon atau tanaman yang telah disarangi rayap.
- Perbaiki kran bocor dan saluran air, baik indoor maupun outdoor. Seperti kebanyakan makhluk hidup, rayap umumnya tidak bisa bertahan hidup tanpa air.
- Perbaiki atap bocor dan selokan.
- Jangan biarkan daun menumpuk di selokan dan saluran air.
- Lakukan grade soil sehingga air (termasuk AC kondensasi) mengalir menjauhi fondasi.
- Pasang ventilasi di ruang merangkak dan loteng untuk mengurangi kelembaban.
- Singkirkan semua kayu yang berkontak langsung dengan tanah.
- Tutup semua celah dan lubang di dasar rumah Anda, yang dapat memberikan jalur akses masuk bagi rayap.
Rayap tanah adalah yang paling umum dari jenis rayap. Rayap tanah membangun koloni mereka dalam tanah di bawah atau di sekitar struktur bangunan, dan muncul untuk memakan kayu dan bahan selulosa lainnya.
Untuk mengusir atau membasmi rayap bisa dengan beberapa cara ini:
- Menggunakan termitisida cair,
Pestisida cair ini umumnya diinjek atau disemprotkan di sekitar fondasi rumah, serta di bawah fondasi. Fungsinya agar rayap tidak naik ke atas. Untuk menginjeknya bisa dilakukan dengan pengeboran pada lantai di sekeliling fondasi rumah atau bangunan, beberapa titik setiap 1 meter dengan kedalaman sekitar 20 cm. Posisi dipilih pada lantai yang berdekatan dengan tembok yang selalu digunakan oleh koloni rayap untuk naik ke atas. Setelah di bor maka cairan kimia atau obat anti rayap tersebut dapat dimasukkan. Racun anti rayap ini nantinya akan meresap dan menyebar di tanah sebagai penghalang serangga tersebut naik.
- Selain dengan injeksi, penyemprotan juga bisa dilakukan untuk membunuh rayap yang sudah bersarang. Penyemprotan ini bisa dilakukan pada lemari, kusen-kusen, plafon dan bagian rumah lainnya yang berbahan kayu.

- Pembasmian rayap dengan sistem umpan.
Daripada bertindak sebagai pencegah terhadap invasi rayap, umpan rayap bisa digunakan untuk membasmi koloni rayap sampai ke ratunya. Umpan diletakkan dalam tanah setiap 3 meter di sekeliling rumah atau bangunan. Rayap akan memakan umpan beracun tersebut dan membawanya kembali ke koloni. Racun dalam umpan mempengaruhi rayap dengan mencegah proses molting (pertumbuhan kulit rayap), menyebabkan mereka gagal membentuk kulit dan akhirnya mati. Dengan cara ini koloni rayap bisa tereliminasi total.
Banyak yang percaya bahwa rayap bisa makan beton sehingga masuk ke rumah. Nyatanya, rayap tidak makan beton, namun mereka dapat menggencet tubuhnya hingga masuk melalui celah-celah yang sangat kecil, sehingga tampak seperti mereka makan beton dan masuk ke rumah.

Rayap tanah Formosa (jenis rayap yang paling merusak) hidup dalam koloni yang sangat besar. Mereka dikenal dapat memperbesar retakan atau celah pada beton sehingga memberi akses lebih mudah terhadap koloninya. Rumah yang dibangun dari beton sering memiliki retakan dan celah-celah kecil. Retakan ini bisa terjadi ketika beton baru mengering, penyebab lainnya ketika tanah mengendap di bawah slab.
Rayap juga bisa masuk ke rumah melalui sendi ekspansi. Sendi ekspansi terletak di mana dua lempeng beton bertemu. Bangunan besar sering memiliki sendi ekspansi seperti gudang, pusat perbelanjaan, rumah kota, dan bangunan apartemen.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

